beritaheadline news

2nd and 3rd winners for environmental Innovative Technology Competition – Asia Pacific, Cambodia 2017

Pada bulan Januari lalu tepatnya tanggal 12-14, SMAN 1 Magetan kembali mengikuti Action For Earth – Global Youth Summit 2017 di Phnom Penh, Cambodia. Acara ini diikuti oleh siswa-siswi tingkat SD sampai mahasiswa se-Asia Pasifik.

Tahun ini SMAN 1 Magetan mengirimkan 16 siswa sebagai peserta yang dibagi menjadi 5 kelompok. 16 orang itu antara lain Hanan, Hanun, Bisma, Aulia, Rioka, Afifah, Sabrina, Riris, Diva, Novia, Ocha, Aurelzya, Vito, Wahyu, Farah dan Aliya. Jumlah ini otomatis lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini bukan hanya SMAN 1 Magetan yang mengikuti, tetapi SMAN 3 Magetan serta SMKN Kartoharjo juga bergabung sebagai wakil dari Magetan.

Tanggal 10 Januari 2017 pukul 20.00 rombongan dari Magetan berangkat ke Bandara Juanda dari SMAN 1 Magetan. Pukul 02.00 rombongan tiba di Bandara dan kemudia Check In. Pukul 05.00 rombongan berangkat dari Bandara Juanda menggunakan pesawat Air Asia. Tiba di Bandara Kuala Lumpur sekitar pukul 09.00. Kemudian

Acara ini berlangsung selama 3 hari. Hari pertama tanggal 12 Januari 2017 pukul  12.00 peserta melaksanakan upacara pembukaan di…… kemudian peserta dibagi menjadi 12 tim dengan 2 facilitator. Pukul 18.00 setelah makan malam, peserta diajak ke J…..

Hari kedua tanggal 13 Januari 2013, pagi peserta dikumpulkan berdasarkan tim kemudian masuk ke bis berdasarkan tim juga. Satu bis berisi 3 tim dengan 6 fasilitator. Peserta diajak ke hnom Penh Water Treatment, peserta mendapatkan pengetahuan tentang pengolahan air di Phnom Penh. Air dari Sungai Mekong ditampung kemudian disaring dan dijernihkan, kemudian dialirkan lewat pipa bawah tanah ke rumah penduduk yang selanjutnya bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari serta dapat diminum. Setelah itu, peserta diajak ke perumahan dan bertanya-tanya tentang pengolahan air di Phnom Penh. Pukul 18.00 peserta diajak ke Mall dan diberi uang 5 USD untuk membeli makan malam. Setelah selesai peserta kembali ke hotel untuk melakukan persiapan untuk presentasi hari ketiga.

Dihari terakhir tanggal 13 Jnuari 2017, Peserta diberi waktu selama 3 menit untuk melakukan presentasi berbahasa Inggris tentang Waste and water Management, Recycle dan Biodiversity. Yang kemudian akan ditambah menjadi 7 menit dengan sesi tanya-jawab apabila masuk final. Para peserta diharuskan menampilkan proyek atau karya mereka yang merupakan pemikiran baru atau sebuah inovasi untuk pengolahan sampah dan air di masa akan datang.

Pada kesempatan ini SMAN 1 Magetan untuk petama kalinya berhasil mambawa penghargaan sebagai Juara 2, Juara 3 serta Top Six Finalist dikategori Senior. Juara 2 dengan anggota Afifah, Alya, Novia dan Sabrina. Memperkenalkan alat yang bisa digunakan untuk menyaring air kotor menjadi air bersih yaitu “Traditional Water Purefier.” Juara 3 kolaborasi tim dengan anggota Aulia, Hanan, Ikhwan dan Imron. Mereka memperkenalkan alat yang dapat mengubah sampah botol plastik menjadi bahan bakar dan gas yang dapat menggantikan LPG. Yang diberi nama “CSP as fuel of the future”  serta Top Six Finalist dengan anggota Vito, Wahyu dan Farah dengan proyeknya“Air Filtration” alat ini dapat menyaring udara kotor menjadi air bersih.

Di ujung acara, SMAN 1 Magetan menampilkan Tari Nusantara yaitu tari daerah yang digabung menjadi 1 dengan durasi kurang lebih 10 menit. Dan tanpa diduga SMAN 1 Magetan berhasil mendapat predikat sebagai The Best Performance. Karena penampilan inilah September nanti, SMAN 1 Magetan di undang oleh UNESCO untuk mewakili Daerah di kanca Dunia dalam “Anseong World Folkloriada Namsadang Baudeogi Festival of South Korea” di Korea Selatan. Wah kita doakan saja semoga bisa memberikan yang terbaik untuk SMAN 1 Magetan dan Magetan.

“GYS itu imajinatif, inovatif dan go kreatif.” Ujar Traditional Water Purefier Team.

ministerndru
the authorministerndru
Think Big, Start Small, Act Now

Tinggalkan Balasan