beritaheadline news

Fellowship Program ke Eropa

Pada pertengahan November kemarin, guru SMA Negeri 1 Magetan berkesempatan melakukan kunjungan ke luar negeri untuk kesekian kalinya. Dia adalah ibu Yenidha Rusna Priskiana, S.Pd, guru mata pelajaran Bahasa Jerman. Sebelumnya di program yang sama pada tahun sebelumnya, salah satu guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Magetan, Bapak Drs. Eko Adri Wahyudiono, Dipl.TEFL juga berkesempatan mengikuti program tersebut di beberapa beberapa Universitas seperti KIT-Karlsruhe Intitute of Technology, University de Paris dan Universitas lainnya di Negara Eropa. Kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan Fellowship Program of Educational Tour, yaitu kunjungan pendidikan ke beberapa sekolah dan universitas di Eropa khususnya di Jerman. Program ini bertujuan untuk mengetahui sistem dan implementasi pendidikan di luar negeri, bagaimana bentuk pengajaran di sana, kurikulum pendidikan yang diterapkan, sekaligus mengetahui kehidupan mahasiswa dari Indonesia yang menimba ilmu untuk program S1, S2 maupun S3 di negara Jerman.

Berdasarkan ijin dari kepala dinas pendidikan magetan, bapak Drs. Djoko Santoso, M.Pd dan restu dari Bupati magetan, DD. Drs. H. Sumantri, MM. , ibu Yenidha berangkat dari Indonesia menuju Jerman pada tanggal 6 November 2016, bersama dengan beberapa guru bahasa asing dan kepala sekolah sma / smk se Jawa timur dalam satu rombongan sebanyak kuranglebih 48 orang. Kota Konstanz, Baden Württemberg merupakan kota yang dipilih untuk tujuan program ini dikarenakan kota ini merupakan kota favorit mahasiswa untuk melanjutkan studi mereka. Sekolah pertama yang dikunjungi adalah Alexander von Humboldt Gymnasium, SMA ini adalah salah satu sma terbesar di Konstanz dengan jumlah siswa 1000 orang dan tenaga pengajar 90 orang.

Kunjungan berikutnya adalah ke HTWG (Hochschule für Technik, Wirtschaft und Gestaltung). Universitas yang berdiri sejak 1906 ini mempunyai 6 Fakultas dengan jumlah mahasiswa mencapai kuranglebih 4.300 orang. Di sana rombongan berkesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan Prof. Dr. Helmut Weber tentang peluang anak-anak Indonesia untuk melanjutkan studi mereka di Luar negeri, khususnya Jerman. Beliau juga merupakan tim selektor beasiswa di DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst).

Selain itu juga bertemu dengan Prof. Klekeler bersama dengan mahasiswa Indonesia yang bersekolah di HTWG Konstanz. Bersama beliau rombongan berdiskusi tentang proses yang harus dilalui siswa jika ingin melanjutkan studi di Jerman.

Pada intinya untuk bisa melanjutkan studi di luar negeri, negara Jerman khususnya, persyaratan pertama yang harus dipenuhi adalah kemampuan bahasa Jerman. Buktinya dengan menunjukkan sertifikat tes B1 yang bisa dilakukan di Goethe Institut Indonesia) dan dilanjutkan tes B2 di Jerman.
Calon mahasiswa juga harus menempuh Studienkolleg (studi persamaan untuk orang asing yg akan masuk uni / FH Jerman) selama 2 semester. Tujuan Studienkolleg ini adalah memastikan calon mahasiswa memiliki kompetensi yang cukup dan setara dengan calon mahasiswa di Jerman, perlu diketahui sistem pendidikan di Jerman adalah 13 tahun sedangkan di Indonesia 12 tahun. Selain itu mereka juga memastikan calon mahasiswa asing mempunyai bekal bahasa Jerman yang cukup untuk berkomunikasi sehari-hari.

Kelebihan sekolah di jerman adalah, biaya kuliah di Universitas Negeri disubsidi pemerintah. Sampai dengan hari ini bisa dikatakan biaya gratis. Jika ada pembayaran biasanya disebut uang administrasi / semester ticket. Setelah membayar semester ticket mahasiswa akan mendapatkan kartu yang bisa dipakai untuk naik kendaraan umum (kereta / tram) berlaku selama 1 semester. Besarnya semester ticket adalah € 100 sampai dengan € 300 tergantung cakupan wilayah tiket kendaraan itu sendiri. Biasanya setiap universitas mempunyai kebijakan masing-masing untuk hal ini. Selebihnya biaya kuliah, buku, praktikum dan lain-lain, gratis.

Ibu Yenidha juga bertemu dengan alumni SMA Negeri 1 Magetan, Alif Darmawan yang berhasil diterima di Reutlingen University jurusan Production Management dan beberapa siswa SMA 1 Magetan yang sedang menempuh study S1 di Jerman, seperti Izdiar Yasmin, Alfian P dan lainnya. Bahkan ibu Yenidha juga diterima oleh siswi AFS dari Jerman, yaitu Katrin Voss, warga Jerman asal Hamburg, yang pernah menempuh masa SMA nya di SMA Negeri 1 Magetan dengan bahasa Indonesianya yang masih lancer dan fasih yang juga sedang menempuh S2 di Frankfurt University

Selama di Jerman ibu Yenidha menetap di Konstanz dan Karlsruhe selama 5 hari dan selebihnya mendapat kesempatan berkeliling beberapa negara yaitu Austria, Liechstenstein, Swiss, Luxembourg, Belgia, Perancis dan Belanda.

Demikian ulasan singkat tentang kegiatan yang diikuti oleh dua orang guru Bahasa Jerman dan bahasa Inggris SMA negeri 1 Magetan selama mengikuti program Fellowship Educational tour for Europe dan semoga di masa depan semakin banyak siswa siswi SMA 1 Magetan yang meneruskan program study S1-Undergraduate, S2-Graduate Program, maupun S3-Doctorate Program di Jerman.

ministerndru
the authorministerndru
Think Big, Start Small, Act Now

Tinggalkan Balasan